Content

Pengembangan Wisata Alam

Sabtu, 13 Agustus 2011

Obyek wisata Air terjun Kedung Kayang mulai dikenal sebagai wisata alam sejak tahun 1982. Diprakarsai oleh adanya Kuliah Kerja Nyata atau yang biasa disebut dengan KKN dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dengan dibantu pemerintah desa setempat.
Lalu pada tahun yang sama, dibangun saluran air tertutup dan terowongan bawah tanah yang menembus bukit sepanjang 250 m, yang dibangun dari bantuan Yayasan Dian Desa Yogyakarta bersama dengan masyarakat Dusun Wonolelo. Pengambilan air tersebut berasal dari mata air Tuk Abang yang bertujuan untuk pengairan tegalan.

Tahun 1987
Kedung Kayang mulai dikenakan Retribusi Masuk lokasi yang saat bersifat Sukarela.

Tahun 1990
Pemerintah desa mulai membangun lokasi wisata tersebut dengan membuatkan jalan setapak menuju ke Air Terjun dengan pagar pengaman berupa bambu.

Tahun 1994
Pada tahun tersebut, diadakan Tournament Bola volley yang diikuti oleh Team dari Jateng dan DIY yang dinamakan “TOURNAMENT KEDUNG KAYANG CUP I” yang berlokasi di pintu masuk Kedung Kayang. Sejak saat itu, pengunjung yang datang semakin bertambah banyak.

Tahun 1998
Pada tahun 1998, dibentuk Kelompok Pengelola dari pemilik lahan yang beranggotakan 70 orang yang bertujuan untuk Pengelolaan Obyek Wisata.

Tahun 2001
Pemerintah Kabupaten Magelang mulai memberikan bantuan berupa Pavingisasi jalan sepanjang 500 m dan diiringi swadaya dari kelompok pengelola.

Tahun 2002
Bapak Gubernur Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Magelang serta Pemerintah Kabupaten Boyolali bermalam di Desa wonolelo untuk merencanakan Pembangunan Kawasan Wisata Solo – Selo – Borobudur. Dan keesokan harinya meninjau Lokasi Kedung Kayang dan memberikan bantuan berupa Home Stay sebanyak 10 rumah dengan fasilitas kamar sebanyak 30 unit, dan membangun tempat peristirahatan bagi wisatawan yang dinamakan Rest Area Wonolelo.

Tahun 2004 - 2005
Pemerintah Kabupaten Magelang membangun Jalan menuju air terjun dengan pagar pengaman sepanjang 250 m.

Tahun 2006
Kelompok juga membeli lokasi seluas 2000 m2 di wilayah Kedung Kayang dan membuat atau membangun Gubug-gubug peneduh dan penghijauan di sekitar lokasi Kedung Kayang.

Tahun 2007
Pengelolaan Wisata Alam Kedung Kayang sudah ditangani bersama:
  1. Kelompok Pengelola Kedung Kayang
  2. Pemerintah Desa Wonolelo
  3. Pemerintah Kabupaten Magelang / Dinas Pariwisata

Waktu dimana sering kali pengunjung ramai ada 3 kali, yaitu:
  1. Tahun baru Masehi. Yang sering disuguhkan kesenian Tradisional Jathilan
  2. Tahun Baru Hijriyah. Dengan kesenian Wonobudoyo
  3. Padusan atau hari menjelang tanggal 1 ramadhan atau mulainya puasa.

Ada ritual yang diadakan dalam 1 tahun yaitu:
  1. Tahun Baru Hijriyah, sesaji Kedung Kayang dengan disertai pagelaran kesenian Wonobudoyo dengan cerita Ramayana
  2. Padusan Bulan Ramadhan, dilaksanakan masyarakat luas di Mata Air Panguripan dan di Kedung yang berada persis di depan air terjun kedung kayang. 

3 komentar:

How's Life? at: 29 Agustus 2011 pukul 20.14 mengatakan...

NICE WORK, GUYS.. AYO DIRAMEKAN LAGI SEBAGAI PROGRAM PELESTARIAN PROGRAM.. WKWKWKWK

Desa Wisata Wonolelo at: 30 September 2011 pukul 14.37 mengatakan...

makasi dukungannyaaa! :D

unggul at: 23 Mei 2012 pukul 11.29 mengatakan...

mas mbak admin , saya mahasiswa yang mau kkn di wonolelo bulan juni-juli 2012 dan salah satu program saya utk membuat web promosi desa wonolelo,,nah karena web desa wonolelo sudah ada,, kalo boleh saya mau mengembangkan dan menambahkan konten di blog ini..begitu..
reply me darkspear_essential@yahoo.com

Posting Komentar